Padahal baru beberapa hari tapi sudah merindukan ibu, lebih-lebih masakannya yang khas itu. Seperti kebanyakan anak, ia akan menempatkan masakan ibunya di klasemen teratas dari berbagai masakan yang pernah dilahapnya. Di luar sana memang tersaji kuliner yang menggiurkan, tetapi masakan ibu adalah yang nomor satu. Entah kenapa, apakah ini kebenaran subyektif semata, kalaupun iya tentu tidak masalah. Lha wong itu ibu saya kok, tidak ada salahnya menempatkan beliau di puncak daftar masakan terenak. Mungkin juga karena sedari kecil saya sudah disuap dengan nasi dan lauk pauk sehingga sampai sekarang rasa dan aroma itu melekat di lidah saya. Padahal menu masakan ibu biasa-biasa saja: tempe goreng; sambal terasi; dan sayur daun kelor, tapi kelezatannya itu tidak ada yang menandingi. Apalagi ketika pagi hari mulut masih kelu karena air liur semalam, menambah kenikmatan saja. Saya jadi ingin pulang. Ah, padahalkan baru beberapa hari di kota orang...
Apa yang tidak aku temukan dalam ilmu pengetahuan, aku temukan dalam dirimu. Seolah-olah aku merasa bahwa aku menemukan diriku dalam dirimu Dan ternyata kamu adalah perempuan yang selama ini aku cari Dan ternyata kamu adalah bunyi yang aku hayati setiap pagi Dan untuk pertama kalinya aku bersaksi bahwa tiada perempuan selain engkau. Aku percaya bahwa Tuhan yang menciptakan perempuan secantik engkau adalah Tuhan Yang Mahabesar dan Maha Pengasih.